(Kosong)

Sebelumnya,

Aku kerap berjalan di tanah suci di sekitar hegarmanah sana

Tak jarang embun menyapaku

Bertanya tentang keikhlasan mimpi tadi malam.

Berbicara tentang pohon pinusnya yang tak kuasa digerogoti rayap

Tak satupun abadi bahkan aku yang tak pernah berdosa ini, akan sirna

Senja mengintip dari bukit sana

Mengganti langit yang tak kuat menahan letihnya

Gerutu si senja

Semuanya ku dengar akan pudar

Tak ada lagi ampas kafein di cangkir kesukaanmu itu

bahkan debu di buku harianmu

juga itu senyum-mu itu, yang terkadang jadi alasanku tuk hidup

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s