Laut Sepi

Oleh Nelayan kepada laut

garam-mu memberi pedih luka ini makin menjadi

dan badai yang kau lahirkan, membuat kapal ini kehilangan dermaganya

tapi tak apalah, aku ingin menyendiri di tengah lautan

mendengar suara burung camar dan nyanyian duyung-duyung

Aku tak ingin beramai-beramai bila berbicara tentang pedih

Cukup angin dan pasir yang jadi pendengar

Jala-ku berlubang dan darahku mengalir deras

Pancingku tumpul dan nurani ku sudah mati

Layarku terhempas dan pikiranku digerogoti oleh umur

Maka sudahlah, biar aku mati di sini dan dijadikannya Laut merah.

-richardapatis

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s