Rumah Kaca

Dan engkau yang menabur dan memupuknya pula

Kala Kemarau dan Dingin

Pandangmu tak berdalih

Bahumu tak menunduk

Tanganmu tak mengepal pula

Begitu juga dengan Ingatanmu yang tak memudar

4 Musim dirasa tak cukup

dan aku tak berdalih, memang kadang waktu berpacu cepat kala kita berdialog

dan karena kita sama-sama tahu, maka itu kita bangun rumah kaca

Untuk sekedar saling menatap lebih lama dari biasanya

-richardapatis

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s