Biru

 

Kita hanya kopi yang disajikan di bangku taman

pahit dan getir, namun tanpanya hujan tak akan lebih romantis lagi

Kita hanya buku tua yang diletakkan di meja kusang

kusam dan berdebu, namun tanpanya hidup tak akan lagi penuh tanya

Kita hanya cerutu yang dibakar pada malam hari

sesak dan melawan dingin, namun tanpanya mati tak akan lagi penuh misteri

Semua kan membiru pada akhirnya

Entah raga dan jiwa, semuanya kan jadi sunyi

Namun sebelum sunyi tiba, setidaknya kita pernah membising dari setiap hening yang meniadakan.

-richardapatis

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s