Genesis

Aku mencintaimu dari garam dan tanah, maka dijadikannya laut dan seisinya

Aku mencintaimu dari uap dan tetes-tetes air, maka dijadikannya awan dan seisinya

Dari abu dan tanah liat, dibentuknya tulang belikat dan rusuk yang saling mengikat

Dari sedih dan kisah selanjutnya, dibentuknya pelangi yang melingkar di bola matamu

Maka untuk itu di bentuknya bulan, karena kita tahu Malam tak ingin sendiri

Maka untuk itu juga dibentuknya angin malam, karena sunyi malam terkadang mencekam sukma

Dan untuk itu kita berdoa, karena esok tak pernah menjanjikan apa-apa dan kita manusia yang penuh harap

Dan maka itu juga aku ingin mendekapmu, karena hidup tak pernah berbelas kasih

Dan terakhir aku menulismu erat-erat dalam gelap-gelap malam, karena aku tahu engkau yang menjagaku tetap hangat di malam yang dingin.

-richardapatis

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s