Malam Kekal

Pada Malam yang kekal itu

Rintik Hujan sudah tak bermelodi seperti biasanya

Waktu juga terkadang membeku tak beraturan

Deru angin terkadang membisu, yang kemudian hilang dalam keheningannya

Semuanya menjadi tak pasti dan semu

Namun, aku dapat memastikanmu beberapa hal

Aku kan mencintaimu dengan caraku sendiri, walau pelabuhan takdir kita tak lagi sama

Mendoakanmu dengan caraku sendiri, walau kita berdoa dengan arah yang berbeda

Mencium-mu dengan lembut, walau kita tahu keras-nya hidup yang memisahkan kita

Memelukmu dengan erat, walau kita tahu ikatan kita sudah mulai merenggang dan cenderung menghilang

Kemudian melupakanmu secara perlahan, walau kita tahu itu tak akan pernah terjadi.

richardapatis

 

 

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s