Seorang Pagi

Dirimulah yang melahirkan-ku pada setiap pagi buta

dan meniadakan-ku pada malam yang bijaksana

Inilah kisah seorang pagi dan malam

Yang mencintai dengan takdir yang bersebrangan

Pagi tahu, Malam-pun juga tahu

Mereka tak akan pernah bertemu

Pagi selalu menyisakan sedikit cerita untuk Malam

Maka itu jadilah doa-doa yang berhamburan di malam hari

Malam pun selalu memberi pada pagi

Maka itu lahirlah setiap harinya harapan-harapan baru

Walau mereka tahu semua itu hanya akan dijadikan doa-doa liar di Malam hari

richardapatis

 

 

 

 

Jeruji Kehidupan

 

 

 

Tempat ini yang sempat penuh kenangan

Mengisinya dengan waktu

Menghabiskannya dengan sebuah umur

lalu ditinggalkannya dengan sebuah harap

Waktu ini sempat penuh perasaan-perasaan liar

Menempatkannya dalam memori

Mengingatnya penuh ke-ikhlasan

Sadar, bahwa ini tak akan terulang lagi

Aku melangkah dalam jeruji-jeruji penuh keadilan

Aku menyelam dalam teluk-teluk penuh kedamaian

Aku memanjat dalam gua-gua penuh kebenaran

Di luar sana tempat kita menjalani formalitas hidup

Di luar sana tempat kita ber-akting dalam drama kehidupan

Di luar sana tempat kita menempa takdir kita dalam nikmatnya duniawi

Baru ku sadar, surga berada tepat di bawah atap rumah itu sendiri.

 

Pulang

Aku pulang, bukan teruntuk sebuah pertemuan

Aku pulang, bukan karena rindu juga

Aku pulang, bukan karena adanya jarak yang memisahkan

Aku hanya pulang karena hidup tak lagi memberi pilihan

Aku pulang karena letih harus selalu bersemayam pada kepalsuan

Aku pulang, bosan karena harus menjalani panggung kehidupan seperti boneka-boneka bertopeng

Karena untuk sekarang dan selama-lamanya aku hanya ingin pulang

Tanpa dialog atau sebuah perjalanan, aku hanya ingin pulang!

richardapatis

Malam Kekal

Pada Malam yang kekal itu

Rintik Hujan sudah tak bermelodi seperti biasanya

Waktu juga terkadang membeku tak beraturan

Deru angin terkadang membisu, yang kemudian hilang dalam keheningannya

Semuanya menjadi tak pasti dan semu

Namun, aku dapat memastikanmu beberapa hal

Aku kan mencintaimu dengan caraku sendiri, walau pelabuhan takdir kita tak lagi sama

Mendoakanmu dengan caraku sendiri, walau kita berdoa dengan arah yang berbeda

Mencium-mu dengan lembut, walau kita tahu keras-nya hidup yang memisahkan kita

Memelukmu dengan erat, walau kita tahu ikatan kita sudah mulai merenggang dan cenderung menghilang

Kemudian melupakanmu secara perlahan, walau kita tahu itu tak akan pernah terjadi.

richardapatis

 

 

 

 

 

 

Apatis-Ria

Di sini aku terduduk

Menepi dari segala hiruk pikuk

Menolak gaduh, aku-pun termenung

Lekas saja ku redupkan cahaya dalam kamar itu

Biar Gelap datang menghampiri lalu duduk dan berbincang padaku

Tersirat amarahnya pada cahaya-cahaya di luar sana

Mereka penuh citra dan siasat

Berbalut sayap dan lentera, manusia pun berteguk lutut

Berbalut seragam dan lencana, manusia pun sudi tuk diatur

Berbalut Kitab dan Senyum,  manusia pun sudi untuk berperang

Ternyata dalam gelap lah semua kebenaran terkuak

Untuk itu, biar kita ber-apatis ria dalam kamar gelap kita masing-masing

Sudi-lah untuk menolak, sejenak mengabaikan, Tega lah untuk memalingkan mata dan jangan lupa untuk Ber-APATIS-RIA

richardapatis

#MentalRendah #MentalKerupuk #