Izinkan Berbicara Masa Depan

Wahai waktu yang kekal

Izinkan hamba berbicara mengenai detik dan sebuah kata

Mungkin memang tak sopan, berbicara layaknya seorang Tuhan

.

Namun, Tentunya Tuhan akan memaklumi umatnya yang ber-umur sebiji jagung untuk sebentar saja sombong dan sok tahu ini.

Kelak tua nanti, aku kan bahagia ketika kita meneguk teh hangat di halaman depan rumah kita, sembari melihat retorika langit dalam memanjakan mata kita

Menyemir rambutmu yang mulai memutih 1 per 1, sembari mengingat hari-hari yang kita singgahi bersama

.

Kan ku bangun 1 rumah kecil, di sebuah pedesaan, sebatas menghabiskan umur yang sudah mulai kadaluwarsa

Tertawa melihat anak anjing yang belajar berjalan, seakan kita tidak pernah se-polos bayi

Melawan ketidak-tahuan, bersamamu aku belajar untuk paham

Bahwa hidup membiasakan kita untuk berubah dan mengalah

belajar tuk mengalah pada tirani

Namun, apa daya, menghabiskan waktu bersamamu menurutku adalah sebuah pembuktian bahwa hidup memiliki bahagianya masing-masing.

richardapatis.

AuRevoir kebenaran.

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s