Yes, We Were Lost in Our Hometown

Note: Terinspirasi dari pembicaraan dengan Sigit “TigaPagi” di Jalan Asia Afrika bersama kawan (Abi, Marco, Ryoji). Suasana malam, topik pembicaraan, canda, dan tawa, tanpa basi-basi langsung saja ku-endapkan dalam tulisan agar lupa tak lekas kunjung.–

 

(Arah-arah kini sudah kehilangan jalan

Suasana yang biasanya ku-rindukan

Ternyata sudah mudah dimanipulasi

Apalah arti rindu

Kala Jarak sekarang sudah mudah dibagi

Kala Mimpi sekarang sudah mudah diproyeksikan

Aku Pulang

Mungkin bukan pada saat yang tepat

Bermodalkan kertas tiket

Arah menolak dikonsentrasikan

Mengikuti alunan kereta

kini tiba di kampung halaman

Bukan seperti yang dulu

Entah dimana aku berpulang

Rindu ini juga tak mudah dibius

Ke-pulanganku mungkin sudah punah pada era globalisasi.)

RichardApatisjl asia afrika

 

 

 

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s