Lorong Waktu

Kehidupan semakin abu di sini

Tak pernah di siasati, Hidup telah menipu

Dalam tipu daya-nya

Tawa tak ada artinya, bahkan tangis tak berharga 1 sen-pun

.

Memori terus menumpuk

Seiring hari yang selalu dilalap habis oleh gelap malam

Bukan maksud-ku tuk mengungkit yang sudah-sudah

Namun, apalah arti esok tanpa hari kemarin?

.

Aku berjalan tanpa arah

Sengaja tuk tersesat

Aku tersesat dalam waktu

Dibungkam oleh ketidak-berdayaan

Aku ingin kembali

Menyusun waktu selayaknya puzzle

Agar sesuai ekspetasi tanpa spekulasi

Senyumku tak lagi berkamuflase

Hidupku tak lagi abu

.

richardapatis

 

Advertisements

Halaman Masing Masing

Apa yang terbesit kala genangan malam membajiri

Rindu yang berjingrak-jingkrak di sudut kamar

Di waktu paruh baya nanti

Tempat kau menangisi

Tepat di ruangan itu

Dengan dinding jadi saksinya

Mendengar dosa mu

Keluh kesah tentang nasib tua nanti

Yang sebenarnya takdir adalah halaman masing masing

Yang kau tulis dengan lirih-lirih desah tangis

Memungut rindu yang fana

Karena kenangan yang bercumbu liar

Melahirkan rindu yang sebenarnya telah tiada

richardapatis