Rangkuman doa-doa berterbangan

Sore yang kita ingat sejak dulu

Melintas tanpa permisi, menjauh setapak tanpa derap suaranya

Menghilang dari pandang yang mulai kabur

Terbalut sinar senja nan kelabu

.

Kopi yang kita seduh tanpa basa-basi

Mulai pudar kadar hitamnya

Tanpa tanganmu yang mengaduh pelan cangkirnya

Tawar rasanya, seperti air hujan yang menetes dari binar bola matamu.

.

Waktu yang kita susun dari sisa-sisa pagi dan malam

Tempat yang kita bangun dari puing-puing keikhlasan yang seadanya

Bahagia yang kita rangkum dari doa-doa yang berterbangan

Harap yang kita rajut dari air mata yang sembarangan dibuang

Bukankah engkau?

Yang mengerami rasa ini, dan menetaskannya tepat di jantung hati?

Yang lalu membiarkannya mati dalam sunyi?

richardapatis

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s