Immoral

Kita teraniaya sepi yang membising lirih dalam kehampaan

Terombak-ambik ragu hingga berjumpa dengan kenihilan

Kita terbelantara dalam mimpi yang tak diharapkan

Dipelihara gelap, diasuh dan dibelai seperti anaknya sendiri

.

Kata mereka kita putra-putri penebar benci dan sedu

Tak ada harapan tuk bermanifesto dalam lingkungan bermoral

Kata mereka mata kita sehitam langit malam

Kulit kita sepucat kawah putih

.

Untaian kata kita tak kan didengar

hanya menjamur pada tembok-tembok yang sudah kusang

Untaian tangis kita tak kan dihirau

Membajiri setiap lembah-lembah yang kekeringan

.

Mengapa kita disalahkan?

yang terkadang hidup hanya masalah sudut pandang

Mengapa kita dicerca?

Yang terkadang kata yang terucap hanya masalah siapa yang berkata

Bila baik, ter-interpretasi baik, walau kata sekotor lumpur

Bila jahat, -ter-interpretasi jahat, walau kata seputih kapas

Jadi buat apa gundah?

Tak ada yang pasti, Sudut Pandang menghakimi, fakta kan binasa!

.

richardapatis

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s