Hari-kan ku-Ikhlaskan

Bibirku retak, terhentak dingin malam

Mataku meronta, terpejam tanpa binar cahaya

Telingaku hampa, tertekan sepi yang tak bertepi

Mulutku terpejam, terbisu dari angan yang tak lagi menemani

.

Tepat hari ini

Penuh kelabu tuk semua kelakuan yang tabu

Penuh duka tuk semua tawa yang sudah menyapu sukma

Penuh lirihan tuk semua nada yang sempat kita nyanyikan

.

Ku titipkan nada kita tuk menemani suara pantai

Ku titipkan genggaman kita tuk menemani malam

Ku tempelkan kecupan kita bagi mereka yang teracuhkan

Ku taburkan harap kita bagi padi-padi yang gugur

Seolah ini tak terjadi

Aku pun termenung menjadi-jadi

Pada pagi yang tak pernah ku-siasati

Atau pada malam yang  tak pernah ku-doakan.

.

richardapatis

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s