Rangkuman doa-doa berterbangan

Sore yang kita ingat sejak dulu

Melintas tanpa permisi, menjauh setapak tanpa derap suaranya

Menghilang dari pandang yang mulai kabur

Terbalut sinar senja nan kelabu

.

Kopi yang kita seduh tanpa basa-basi

Mulai pudar kadar hitamnya

Tanpa tanganmu yang mengaduh pelan cangkirnya

Tawar rasanya, seperti air hujan yang menetes dari binar bola matamu.

.

Waktu yang kita susun dari sisa-sisa pagi dan malam

Tempat yang kita bangun dari puing-puing keikhlasan yang seadanya

Bahagia yang kita rangkum dari doa-doa yang berterbangan

Harap yang kita rajut dari air mata yang sembarangan dibuang

Bukankah engkau?

Yang mengerami rasa ini, dan menetaskannya tepat di jantung hati?

Yang lalu membiarkannya mati dalam sunyi?

richardapatis

Immoral

Kita teraniaya sepi yang membising lirih dalam kehampaan

Terombak-ambik ragu hingga berjumpa dengan kenihilan

Kita terbelantara dalam mimpi yang tak diharapkan

Dipelihara gelap, diasuh dan dibelai seperti anaknya sendiri

.

Kata mereka kita putra-putri penebar benci dan sedu

Tak ada harapan tuk bermanifesto dalam lingkungan bermoral

Kata mereka mata kita sehitam langit malam

Kulit kita sepucat kawah putih

.

Untaian kata kita tak kan didengar

hanya menjamur pada tembok-tembok yang sudah kusang

Untaian tangis kita tak kan dihirau

Membajiri setiap lembah-lembah yang kekeringan

.

Mengapa kita disalahkan?

yang terkadang hidup hanya masalah sudut pandang

Mengapa kita dicerca?

Yang terkadang kata yang terucap hanya masalah siapa yang berkata

Bila baik, ter-interpretasi baik, walau kata sekotor lumpur

Bila jahat, -ter-interpretasi jahat, walau kata seputih kapas

Jadi buat apa gundah?

Tak ada yang pasti, Sudut Pandang menghakimi, fakta kan binasa!

.

richardapatis

Hari-kan ku-Ikhlaskan

Bibirku retak, terhentak dingin malam

Mataku meronta, terpejam tanpa binar cahaya

Telingaku hampa, tertekan sepi yang tak bertepi

Mulutku terpejam, terbisu dari angan yang tak lagi menemani

.

Tepat hari ini

Penuh kelabu tuk semua kelakuan yang tabu

Penuh duka tuk semua tawa yang sudah menyapu sukma

Penuh lirihan tuk semua nada yang sempat kita nyanyikan

.

Ku titipkan nada kita tuk menemani suara pantai

Ku titipkan genggaman kita tuk menemani malam

Ku tempelkan kecupan kita bagi mereka yang teracuhkan

Ku taburkan harap kita bagi padi-padi yang gugur

Seolah ini tak terjadi

Aku pun termenung menjadi-jadi

Pada pagi yang tak pernah ku-siasati

Atau pada malam yang  tak pernah ku-doakan.

.

richardapatis