Terkata

Terbilang cinta adalah sebuah tanya dan titik

Yang membaur menjadi sebuah entitas

Terbilang rindu adalah sebuah waktu dan perasaan

Yang membelah seperti amoeba

Kembali lagi kepada sebuah paradoks

Yang kian berputar pada sebuah kepastian 

Seperti tanya dan titik, yang hanya menuntut tanpa adanya keseimbangan

Terkata, kita adalah untaian sebuah sepi 

Menjadi nada tanpa fals

Yang kemudian bersenandung dalam cressendo

Seperti itulah kita akan memanggil

Tanpa suara, hanya rasa

Yang kian menguat tanpa harus berkorban

Sesederhana itu

Seperti dosa yang merindu pada sebuah ketamakan.
richardapatis

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s