Topeng

Tanganmu masih saja membelai rambutku

Menelusuri setiap ruas tanpa rasa puas

Matamu masih saja menatap

Menusuk seakan jiwamu hendak merasuk

Telingamu selalu mengawasi

Merekam setiap pembicaraan kita disetiap malam

.

.

Menjalani setiap liku tanpa kaku

Menerobos setiap waktu tanpa bosan

Kau, ciptakan duniamu, di atas lembaran-lembaran kisah ini

Hiraukan segala cerca yang hanya merelung dalam nadi

Ciptakan kehidupan dalam sekitar yang membosankan

.

.

Wajahmu bagaikan tanah kering

Retak, dalam setiap caci maki

Menangislah, sebab itulah obatmu

.

.

Masih saja engkau bertahan?

Sekedar membuktikan entitas dalam lingkungan bertopeng

Makhluk-Makhluk bertopeng yang berjaya

Segera menyublim dalam jaman

Menguap dalam setiap tangis

Membeku dari setiap arteri

.

.

richardapatis

Sajak Egois

Untuk apa kita masih berdalih pada waktu

Untuk apa kita masih mengelak pada takdir

Aku ingin bebas tak terbatas

Dalam tawa maupun tangis

Aku ingin hidup tanpa ada kata cukup

Menikmati setiap suka dan duka

.

Memahami setiap kata yang menjadi makna

Menelusuri setiap makna yang kemudian menjadi pola

Tanpa mereka maupun engkau

Biar aku yang menentukan

.

Aku tak akan berdamai kepada takdir

Apalagi kepada waktu yang kian memudar

Biar cerca memaki

Tanpa getar maupun sedu

Kaki ini akan melangkah

Mata ini akan menatap

Tangan ini akan meraih

Pada setiap bilangan yang tak akan terbagi!

.

richardapatis

Fana

Fana,tolong sanjung aku dengan semu-mu

Tak perlu kekal atau abadi

Dengan-mu keabadian bukan waktu yang lama untuk kuhabiskan

.

Masih saja aku begini

Terbelenggu dalam sedih-ku

Mengembara dalam lautan nasibku

.

Tak perlu menetap ataupun mengembara

Ini hanya masalah waktu sebelum takdir memukul palunya

Wahai fana masih saja engkau sembunyi

.

Tak usah takut kata mereka

Toh, tak ada kepastian dalam bumi kita satu ini

Keberadaanmu memang semu namun tak pernah engkau memakai topeng

.

Wahai fana, sini-lah dahulu

Tangisku adalah sedu-ku sendiri

Namun tawa-ku adalah janji kita bersama

.

Sekali lagi, tolong sanjung aku

Biar aku menari dalam mimpi-mu

Biar aku bersabda dalam setiap sajak doamu

Biar aku hidup dalam ketiadaanmu

richardapatis

Sederhana

Aku ingin hidup dengan sederhana

tanpa langit yang membendung

maupun tanah yang bertahta

.

Sesederhana ini aku ingin mencintaimu

tanpa tawa maupun sedu

biarkan seperti sungai yang mengalir dalam tenang maupun amuknya

.

Se-sederhana ini juga aku akan membentuk romantisme

Tak ada lagi angin yang membawa rindu

hanya kita dalam hari maupun keabadian

.

Tak akan lagi ada air mata

yang mengalir lengkung dalam pipimu

Atau tawa yang menyeringai pada pipimu

.

Begini saja dengan sederhana kita hidup

Bernyawa maupun mati

Mengakar dalam tanah

Tumbuh tanpa perhatian

Biar alam yang mengasihani dan langit yang menghakimi

.

richardapatis