Ke-absolutan rasa

Marah yang mendidih dalam sukma

Bergelora,mengaum layaknya macan pada musim kawin

Benci menyelimuti aku

Menyanjungku dengan laknatnya

.

Inginku ku koyak perasaan-ku

agar mati tak bernyawa

Untuk apa merasa jika akhirnya sedih memaksa

Sampah

.

Ku kutuk segala tawa dan rasa

Buat apa tersenyum jika harus termenung dalam duka

Aku ingin sebuah ke-absolutan rasa

Bahagia tanpa asa

Tawa tanpa sedu

.

Benci mendidihkan aku

Mencetak aku

Membentukku

Jadi serdadunya

Aku yang dikhianati rasa dan tawa

.

richardapatis

Advertisements

Bertahan dalam kesadaran

Aku yang masih layu dalam kelabu

Terpuruk dalam tangis yang hiruk pikuk

Masihkah rindu akan mendesah?

Kepada sepi yang tak pernah bertepi..

.

Egoku masih saja terpaku

Menuntut untuk dikutuk

Cinta yang bertahta

Pudar dalam kadar

.

Kenangan ini masih saja berhianat

Merajut luka yang menanah dalam duka

Sakitnya tak terobati

Rindunya-pun tak berujung jumpa

.

Fotomu masih saja bersemu

Menolak untuk dilupakan namun bertahan dalam kesadaran

Tawamu masih saja terngiang

Tidak berdamai dengan waktu yang berpacu

.

Lalu kapan aku lupa?

richardapatis

Padi pada musim salju

Malam ini menusuk,namun masih juga kusyukku

Aku termenung namun masih kudengar sepi yang mendengung

Aku bingung,pada kepastian yang tak berujung

Engkau datang layaknya air yang menguap

hangat namun dengan rindu yang menyengat

Bila memang ini terlarang

Lalu mengapa engkau masih mengarang

tentang cerita yang tabu ini

Dirimu mudah saja amnesia, namun tidak dengan aku yang sulit untuk lupa

Seolah padi yang dapat tumbuh pada musim salju, mustahil

Bila kelak sepi mengeluarkan bising

akankah engkau berpaling

Pada cinta yang tabu ini

richardapatis

Bukan Malam biasa

Malam ini terlalu berharga untuk kutinggal terlelap

Jendela yang terbuka lebar di sudut ruangan mulai memanggilku dengan rias sinar bulan purnamanya

Sejenak kupandangi langit malam ini, akankah aku setenang ini tanpa hadirmu?

Apakah kita sedang menatap langit yang sama?

Malam ini terlalu berharga untuk dilewatkan begitu saja

Terus kupandangi segala macam objek di langit itu

Ah, masihkah kita menyalurkan keluh kita ke penjuru malam?

Atau masihkah kita terbuai dengan nikmatnya mimpi yang semu?

Yang jelas aku tak akan tidur malam ini, begitu juga malam berikutnya

Jika malam memang setenang ini

Biar mataku terjaga sepanjang sungai nil

Agar tak 1 jengkal kenangan tentangmu hilang dari peradaban memoriku

richardapatis