Larut dalam Sunyi

Sejenak meratap pada jendela kamar
Dinding-dinding yang mulai kuning termakan lembab
Kosong, Senyap, Sunyi

Kemudian ratapan kosong kita saling bertemu
Nyaman, ternyata aku tak kesepian sendirian

Rajut dan rajut
Merajut Pita kesepian
Sepintal demi sepintal

Ketika sepi tak berbicara
Akankah bising bersua

Ketika mata tak bertatap
Akankah sayang ini tersampaikan

Tunggu-tunggulah dahulu
Sepi ini kurajut dan kupintal
Biar Pertemuan menjadi benang yang ku-pintal dan Peluk Hangat menjadi kain yang ku-rajut

richardapatis

Advertisements

Saksi Bisu Perasaan

Aku tak berbicara tentang sedih atau asa
Namun memang air mata harus menjadi saksinya

Aku tak berbicara tentang cinta atau sayang
namun memang kecupan harus menjadi saksinya

Mungkin ini bukan rindu,namun juga bukan perpisahan
Namun pelukan harus menjadi saksinya

Berbicara tentang dirimu, memang tak ada yang pasti
Kamu hanyalah sebatas kemungkinan bukan kepastian

Bukan lupa yang aku inginkan
Melainkan kepastian

Suatu saat mata kita akan saling bertatapan
Dan hari itu engkau tahu dan sadar, mata kita menjadi saksi
Tidak ada yang sempurna bahkan sebuah lingkaran

richardapatis

Pelukis Langit

Seiring waktu berjalan
mata ini masih saja menatap ke atas

Terkadang aku penasaran
Kuas apa yang digunakan agar membuat langit se-menawan itu
Minyak apa yang dipoleskan hingga langit secerah itu dipagi hari

Hari yang selalu berganti
diiringi juga lukisan-lukisan langit yang berbeda tiap harinya

Aku tak ingin tahu siapa atau bagaimana
Bahkan aku tak ingin mengerti apalah arti dari setiap warna di langit

Aku hanya ingin kepastian
Bahwa sang pelukis tak akan pernah bosan untuk melukis langit seiring waktu berganti