Enggan Kembali

Suara desis mendesis antara roda yang bergesekan dengan besi

Suara Masinis yang menggelora sampai ke ujung-ujung sudut di dalam stasiun

Suara tas yang diseret-seret tanpa ada kepastian

Suara-suara itu sudah menjadi lagu penyambut kepulanganku ke kota rantau

Sedih yang kubendung terbawa di setiap pemberhentian

Berharap aku bisa menetap lebih lama

Bukannya aku tak siap, tak senang, ataupun gelisah

Namun memang sudah tidak ada apa-apa lagi disana

harapanku, semangatku dan cintaku telah kandas di sana

Mati terkubur bersama seluruh laraku

richardapatis

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s