Kapal di Pelabuhan

Hidup ini ku ibaratkan sebagai samudra

Bagai tak ada ujungnya

Sedangkan aku, ibarat adalah sebuah kapal

Aku mengarungi samudra yang luas

diterpa ombak dan badai

Gelisah yang membuntuti diriku, bak awan hitam menyelimuti langit

Namun, ada sebongkah pikiran yang membuatku berpikir hidup ini belum berakhir dan pantas diperjuangkan

Pelabuhan, ya pelabuhan-ku untuk berlabuh

Entah seberapa besar perjuangan yang harus kulakukan

melewati neraka, melintasi jurang kematian, itu pun akan kulakukan

Namun sayang kayu-kayu di pelabuhan itu sudah mulai lapuk dan dirobek-robek oleh rayap

Tak ada yang abadi sayangku

Semoga ketika aku berlayar di tengahnya samudra, bersama sinar pagi yang menghangatkan dan udara malam yang menyejukkan

Aku akan menemukan tempat pelabuhanku yang baru

Kelak kita akan menua bersama layaknya kayu yang lapuk melawan zaman

lalu mati dan bersatu dalam kubur

Sayangku ku-tunggu engkau di keabadian!

richardapatis

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s