Janji

Berbagai macam sepi telah kita bunuh

Berbagai macam senyum telah kita ciptakan

Berbagai macam perasaan kita lahirkan bersama

Diterpa dan Diuji oleh kehidupan fana ini

Mari engkau yang aku sayang

berjanjilah bersama

“Jika cinta tak menyatukan,biar mati yang memisahkan”

richardapatis

Makhluk Ciptaan-Nya yang Sempurna?

Dunia semakin kacau

Kehidupan dijadikan panggung sandiwara

berbicara seolah didikte

bertingkah seolah sudah dinaskahkan

bahkan berpikir-pun sudah diseragamkan

Yang salah, dibenarkan Yang benar, disalahkan

demi kepentingan orang-orang tertentu

Lalu dengan lantang kita masih bisa berucap

“Makhluk ciptaan-Nya yang paling sempurna”

Malu-lah pada anjing-anjing liar di pinggir jalan

setidaknya mereka menolak diseragamkan

richardapatis

Mungkin

Menyayangimu tak berarti harus bisa memelukmu

Mencintaimu tak berarti harus menghabiskan malam bersama

Karena aku bukan lah cinta

Cinta adalah kita

Namun sayang, di sini hanya “aku”

Aku pernah bermimpi

Di mana kita akan menenggelamkan bulan bersama untuk menyongsong pagi yang indah

Namun tak semua harus diakhiri dengan perjumpaan dan kecupan

richardapatis

Terkutuk

Hidup merana seperti ini

Senang sudah menjadi kebiasaan

Sedih-pun sudah menjadi kebiasaan

Pagi dan Malam terus berganti 

Tanpa ada yang berubah sejak zaman Adam dan Hawa

Apakah manusia ditakdirkan untuk hidup seperti ini

Kalau begitu..

Biar pagi yang melahirkanku dan malam yang membunuhku

richardapatis

 

Senja Hari Ini

Langit sore itu mulai memudar

Langit senja pun mulai lahir dari kedalaman

Melihat senja dari sudut jendela itu

Entah senang atau sedih yang terpancar dari warna senja itu

Aku ingin menjadi senja

agar melebur jadi satu

antara pagi atau malam

karena dunia ini memang tidak pasti

tidak pasti akan kebenaran

Memang kebenaran hanya milik matahari semata

richardapatis