Kritis atau Krisis Identitas?

Kita hidup di lingkungan yang sedang mengalami perkembangan.Perkembangan yang ditunjukan dengan aksi,  tentu ber-awal hanya dari sebuah ide.Sehingga “berpikir kritis” sudah sangat diperlukan untuk mengantisipasi banyaknya kesalahan dalam sebuah sistem/proyek. Yang saya lihat dari institut-institut pendidikan di zaman sekarang sedang marak-maraknya menekankan “berpikir kritis” kepada pelajar-pelajarnya.Yang ingin saya sorot disini adalah penerapan ilmu kritis di dunia pendidikan.Di dunia pendidikan sekarang,sedang trendnya diterapkan pemikiran kritis .

Memang perlu kita mempunyai pemikiran kritis , namun ironisnya banyak dari kita melahap mentah-mentah ilmu itu!
Menurut saya kritis itu rasa ingin tahu yang besar, berusaha mencari celah/kekurangan dari suatu pernyataan ,lalu tidak mudah mengikuti sesuatu tanpa adanya kepastian.Namun banyak dari kita menerapkan ilmu kritis yang di doktrin-kan oleh para pendidik secara mentah-mentah!

Banyak dari kita mem-praktekkan pemikiran kritis hanya untuk menjatuhkan orang lain, biar terlihat pintar oleh orang lain.Padahal nyatanya kita sendiri hanya meng-kritisi sesuatu untuk menunjang popularitas/kebanggaan diri sendiri.APAKAH itu yang dinamakan PEMIKIRAN KRITIS?

Ya!Saya setuju bila kita meng-kritisi sesuatu apabila kita tidak setuju dengan sebuah pernyataan yang non-sense dan memang salah.Tapi apabila pernyataan itu betul menurut kita dan dapat dibenarkan apakah harus di kritisi?dan apabila kita setuju dengan pernyataan tsb dan kita tetap meng-kritisi hal tersebut dan terkesan menjatuhkan orang lain hanya untuk terlihat bahwa kita pintar dan kritis?sekarang kembali lagi ke pernyataan saya ANDA ini KRITIS/KRISIS IDENTITAS? Apakah pengertian kritis hanya sekedar untuk menjatuhkan seseorang?Anda sedang kritis atau berdebat?

Sekarang kembali lagi,ketika kita didoktrin untuk berpikir kritis namun kita sendiri belum mengerti betul arti dari berpikir kritis,lalu kita menerapkan ilmu “berpikir kritis” secara asal-asalan tanpa mengetahui arti nya yang betul.Apakah kita masih bisa di sebut pemikir yang kritis?

Saya menulis ini dikarenakan saya sering sekali melihat seseorang yang meng-kritisi orang lain dan yang terjadi bukan komunikasi 2 arah melainkan 1 pihak memaksakan pemikirannya ke orang lain dan cenderung mengarah ke debat.Apakah itu kritis?Kritis itu tidak sama dengan pengertian debat maupun diskusi.

Yang sangat dipertanyakan adalah apakah ketika para pendidik mengajarkan kita untuk berpikir kritis,apakah mereka sendiri paham betul arti berpikir kritis?

Terimakasih

Regards

richardapatis

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s