Bersatu atau Menolak Perbedaan?

Indonesia,mendengar nama dari negara ini pasti yang terpikir adalah keberagamannya,entah dari budaya,ras,kepercayaan dan lain-lain.Kehidupan saya dulu di Jogjakarta sempat dihadapkan dengan persoalan keberagaman ini,di mana kami hidup secara berdampingan.Kehidupan saya yang sekarang di Bandung juga sama,kami hidup secara berdampingan antara ras Chinnese dan Pribumi dan berbagai kepercayaan yang ada.

Sering dikoar-koarkan kita berbeda tapi tetap satu..Kita selalu di-ingatkan bahwa kita sama-sama menyembah Tuhan dan tinggal di tempat yang sama yaitu:Bumi..Bila kita memang saling menghargainya adanya perbedaan,kenapa yang selalu disorot hanyalah persamaannya saja?Perbedaan tak pernah disorot dikarenakan takut menyinggung.Apakah itu yang dinamakan bersatu?

Yang saya takutkan adalah ketika kita hidup dalam kondisi dimana banyak keberagaman,lalu mereka terlalu fokus terhadap persamaan yang ada dari hal keberagaman tersebut.Hal ini membuat perbedaan sendiri menjadi tabu dikarenakan takut menyinggung perasaan antar 1 dengan yang lain.Apakah ini yang dinamakan Bhinneka Tung*al Ika?

Apakah hal seperti ini sudah menjadi Budaya di Negeri kita?Ya!kita memang hidup secara berdampingan.Tapi yang kita lihat selalu dari sisi “Persamaan” dan bersikap acuh tak acuh mengenai “perbedaan”. Apakah generasi kita setakut itu dengan yang namanya perbedaan? 

Perbedaan menjadi hal yang sangat tabu untuk dibicarakan di kalangan kita yang tinggal dalam keberagaman ini?Mengapa hal ini terjadi?Apakah slogan “berbeda-beda tapi tetap 1” hanya ada di mulut saja?

Begini saja anggap saja perbedaan yang tengah terjadi di lingkungan kita adalah warna,anggap saja Hijau dan Kuning.Kedua warna ini bila disatukan akan menjadi warna biru?Kembali lagi ke pertanyaan awal “Apakah biru merupakan warna kuning / biru?” Bukan!tapi biru merupakan gabungan dari warna kuning dan hijau.Jangan sekali-kali menggabung-gabungkan sebuah perbedaan menjadi persamaan!

Yang harus kita lakukan adalah diskusi antar perbedaan tersebut agar kita saling mengerti.Jangan menjadikan “persamaan” menjadi tameng bagi kita yang takut akan perbedaan!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s